Uncategorized

Lazimilah Kejujuran

Dari Abdullah bin Mas’ud Ra, bahwasannya Rasulullah Saw bersabda:

“Lazimilah kejujuran, sebab kejujuran itu akan menunjukkan kepada kebaikan dan kebaikan itu akan menunjukkan kepada surga. Seorang lelaki yang senantiasa jujur dan melazimi kejujuran akan ditulis di sisi Allah sebagai orang yang jujur.

Ayat – ayat Al-Quran mengenai kejujuran dan orang-orang yang jujur.

Jujur ialah salah satu dari sekian perkara mulia dan salah satu akhlak agung dari akhlak-akhlak al-qur;an yang agung. Jujur ialah sebuah sifat yang digunakan Allah untuk memuji kekasih Nya, Ibrahim dan Ismail as. Allah SWT berfirman:

“ceritakanlah (hai Muhammad) kisah Ibrahim didalam Al-kitab (Al-Qur’an) ini. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan lagi seorang nabi. “ (Maryam : 41).

“dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka) kisah Ismail (yang tersebut) didalam Al-Qur’an. Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya, dan ia adalah seorang Rasul dan Nabi.” (Maryam : 54)

Allah SWT telah memerintahkan hamba-hamba-Nya agar mereka bersama orang-orang yang jujur. Allah SWT berfirman dalam kitab-Nya yang mulia:

“ dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian.” (Asy-syu’ara’ : 84).

Macam-macam kejujuran

  1. Kejujuran manusia terhadap Allah SWT.

Jujur terhadap Allah SWT akan tercapai dengan mengetahui hak-hak Allah serta mengetahui perkara-perkara yang Dia perintahkan dan Dia larang. Jujur dalam hal ini, azas nya antara lain:

  1. Jujur dalam mencintai Allah. Jujur dalam mencintai Allah ini menuntut adanya beberapa hal. Adapun di antara tuntutan kejujuran dalam hal ini ialah, mencintai ketaatan, mencintai para nabi dan rasul, serta mencintai Al-Qur’an sekaligus mengamalkan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya.

Bukti nyata kejujuran dalam mencintai Allah ialah mengutamakan ketaatan kepada Allah dalam segenap urusan kehidupan. Didalam hadits Qudsi disebutkan:

“Hamba-Ku senantiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan perkara-perkara sunnah (nafilah) sehingga aku mencintainya.” (HR Al-Bukhari).

  1. Syukur nikmat. Hal ini karena manusia hidup dalam nikmat Allah yang tak terhitung dan terhingga.

Ada 3 bentuk syukur:

1). Syukur hati, yakni mengetahui bahwa nikmat-nikmat itu hanya dari Allah semata.

2). Syukur lisan, yakni dengan memuji dan menyanjung Allah SWT.

3). Syukur jasmani, yakni dengan ketaatan dan beribadah.

  1. Jujur dalam bertawakal. Allah SWT berfirman:
  2. Jujur dalam bertaubat, yakni dengan taubatan nasuha (taubat yang semurni-murninya) yang berazaskan pada rasa penyesalan, mengakui dosa-dosanya, mendekatkan diri kepada Allah dengan doa, dan beristigfar.

Allah SWT berfirman:

  1. Jujur terhadap diri sendiri

Jujur terhadap diri sendiri dilakukan dengan muhasabah (instropeksi) diri serta memerangi setan dengan menyelisihi perintahnya (setan).

  1. Jujurnya manusia terhadap orang lain

Jujurnya seseorang terhadap orang lain dilakukan dengan jujur dalam perkataan, perbuatan, dan nasihatnya.

  1. Jujur yang tercela

Benarlah memang bahwa diantara kejujuran ada yang tercela, yakni ghibah (mngunjing) dan namimah (mengadu domba). Jujur dalam keadaan seperti ini kejelekan dan madaratnya sama halnya denga dusta.

Ghibah itu dilakukan atas dasar pengkhianatan dan mengoyak-oyak aib. Didalam kitab-Nya, Allah SWT telah melarang ghibah:

Dengan demikian, janganlah kita manampakkan aib selagi ia telah ditutupi oleh Zat  yang Mahatau hal-hal yang ghaib. Sementara itu namimah ialah seseorang yang menghimpun kehinaan, kejelekan, kerendahan, dan penipuan dengan sifat ghibah yang jelek.

Mari kita lazimi kejujuran dalam segala keadaan dan ucapan.ingatlah kejujuran akan menunjukkan kebaikan dan kebaikan akan membawa kepada surga.

Mulailah berlaku jujur kepada diri sendiri terlebih dahulu, kemudian koreksilah kelalaian diri terhadap Allah SWT. Jujurlah kepada Allah SWT dengan melazimi perintah-perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-laranganNya. Perbanyaklah beristigfar dan bertaubatlah kepadaNya dengan taubat nasuha. Dan seyukuri lah semua nikmat Allah SWT yang kamu dapatkan yang tidak bisa terhitung jumlahnya.

Disisi lain, jauhilah kejujuran yang tercela, seperti ghibah, namimah dan memfitnah orang lain. semua ini adalah sifat-sifat hina yang dilarang oleh Allah dalam kitab-Nya serta dilarang Rasulullah Saw.

Iklan
Uncategorized

“MENJAGA KEMULIAAN KEDUA ORANG TUA”

Dari Abdullah bin Amru bin Ash R.a , ia berkata. Rasulullah S.a.w bersabda:

Sesungguhnya yang paling besar dari dosa-dosa besar adalah seseorang yang mencela kedua orang tuanya. Dikatakan, ‘Ya Rasulullah, bagaimanakah seseorang mencela kedua orang tuanya.’ Beliau bersabda, ‘ seseorang mencela bapak orang lain, lalu orang lain itu mencela bapaknya, dan seseorang mencela ibu orang lain lalu orang lain itu mencela ibunya’.”

Di antara kewajiban seorang muslim dalam akhlaknya ialah berterimah kasih dan membalas kebaikan dengan yang semisalnya atau dengan yang lebih baik. Tauhak anda? Siapakah orang yang lebih utama dibalas kebaikannya dan lebih berhak atas ucapan terima kasih? Bukankah mereka kedua orang tua yang telah merawat anda semasa kecil dan menghabiskan masa jaya untuk menjadikan anda seorang pemuda yang menyejukkan mata.!

Allah SWT telah memerintahkan Birrul Walidain (berbakti kepada kedua orang tua) di dalam kitab-Nya yang mulia. Agar hal itu bisa menjadi jalan untuk berterima kasih kepada mereka, memperbaiki ibadah, mengakui keutamaan kedua orang tua, dan memperkokoh ikatan kecintaan didalam sebuah keluarga.

Sebab itu Allah SWT memerintahkan untuk berbakti kepada keduanya setelah perintah untuk beribadah kepada-Nya:

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang ibu- bapak..” (An-Nisa’: 36)

Cara berbakti kepada orang tua

  1. Menaati keduanya dalam setiap perintah yang tidak bermaksiat. Adapun jika keduanya memerintah suatu kemaksiatan, maka tidak ada ketaatan bagi mahkluk dalam rangka bermaksiat kepada Al-Khaliq.
  2. Sering-sering mengunjunginya, mencintainya, dan memberikan bantuan materi. Selain itu, memberikan hadiahdan infaq kepada keduanya, meskipun mereka dalam keadaan lapang dan kaya. Adapun jika mereka dalam keadaan membutuhkan atau fakir, tentu hal itu lebih harus lagi.
  3. Mendoakan dengan kebaikan serta terus-menerus mendoakannya pada saat hidupnya maupun sesudah meninggalnya. Allah SWT berfirman:

            “…Ucapkanlah, ‘Wahai Rabb-ku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil,” (Al- Isra’: 24)

Menyambung persaudaraan kepada siapa yang mereka cintai, baik secara materi maupun maknawi. Diriwayatkan dari Nabi S.a.w bahwasannya beliau s.a.w bersabda:

            “Sesungguhnya sebaik-baik perbuatan berbakti kepda orang tua adalah seorang anak yang menyambung persaudaraan dengan keluarga yang dicintai bapaknya.”

LARANGAN MENDURHAKAI ORANG TUA

Jika berbakti dan berlaku baik maerupakan suatu tuntutanyang hal itu sebagai wujud terima kasih atas pemeliharaan yang mereka berdua lakukan, lalu bagaimana keadaannya orang yang mengganti rasa terima kasih dengan kekufuran, rasa bakti dengan kedurhakaan, baik dengan kejelekan, dan ketaatan dengan kemaksiatan? Sungguh, ia adalah anak durhaka yang membangkang perintah Rabb-nya. Sebab itu, ia berhak mendapatkan azab dan kehinaan dihari kiamat.

Diantara bentuk Durhaka:

  1. Tidak menghormati dan menghargai serta merasa lebih tinggi atas keduanya. Allah SWT berfirman:

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah, “Wahai Rabb-ku, kasihilah mmereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil,” (Al-Isra’: 24)

  1. Menzalimi keduanya, benci melihatnya, dan menggerutu (berkata”cih”) dari pembicaraan keduanya.

            “ …Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepda mereka ucapan yang mulia,” (Al-Isra’: 23)

  1. Menyakiti dengan perkataan maupun perbuatan, serta bermaksud menghina, melaknat, dan mengata-ngaatai keduanya.

Pelajaran dan Wasiat

  1. Berbakti kepada kedua orang tua ialah termasuk amalan yang dicicntai Allah SWT dan bisa mamasukkan pelakunya ke dalam surga. Sebaliknya, mendurhakai kedua orang tua termasuk amalan yang dibenci Allah SWT dan merupakan penyebab masuknya ke neraka.
  2. Kedua orang tua mempunyai kedudukan yang mulia di dalam islam.
  3. Berbakti kepada kedua orang tua tidak terbatas pada saat keduanya masih hidup, tetapi berlanjut setelah mereka sudah meninggal.
  4. Ketaatan terhadap hal yang makruf, sehingga tidak ada ketaatan terhadap makhluk dalam rangka bermaksiat kepada Al-Khaliq (Allah SWT)

Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang memiliki muka putih berseri pada hari yang diwaktu itu ada muka hitam muram.

Uncategorized

Sejarah

SEJARAH LDK FOSKOMI

LDK Foskomi di dirikan sekitar tahun 1986 an oleh Ade Ruhyana. Sedangkan nama foskomi sendiri berarti Forum Studi dan Komunikasi Mahasiswa Islam. Ldk foskomi merupakan unit organisasi tertua dari beberapa organisasi lainnya di kampus Politeknik STMI, dan merupakan unit organisasi yang mewadahi kegiatan khusus dalam upaya mengembangkan keyakinan agama serta pengabdian masyarakat di tingkat kampus Politeknik STMI.

Sesuai dengan AD/ART LDK FOSKOMI, LDK Foskomi mempunyai peran penting dalam menjalankan roda dakwah di tingkat kampus maupun nasional. Perannya dalam mensyiarkan agama islam menjadi salah satu tonggak utama visi dan tujuan dari LDK foskomi dari tiap tahun ke tahun. Namun tidak hanya itu, LDK Foskomi juga melakukan pembinaan terhadap para kader-kader mereka agar kelak dapat menciptakan generasi kader yang rabbani dan berkompeten.

LDK Foskomi memiliki motto “Membangun Kepedulian Nurani dan Komitmen Terhadap Dakwah”. Motto ini bermakna bahwa kegiatan dakwah islam harus selalu dibangun dengan keistiqomahan yang tinggi dan berasal dari dalam lubuk hati untuk rela mengorbankan waktunya demi mensyiarkan agama islam.

Logo LDK Foskomi dari tahun ke tahun mengalami perubahan. Saat pertama kali dibentuk Logo LDK Foskomi hanya seperti gambar dibawah ini

Lalu kemudian tahun  2006 an berubah menjadi

Setelah itu kemudian tahun 2016 berubah hanya sebagian menjadi

Meskipun dari tahun ke tahun berubah, identitas LDK Foskomi tetap tidak berubah yaitu sebagai wadah pengembangan keyakinan agama.

Struktur organisasi LDK Foskomi dari tahun ke tahun juga mengalami perubahan dan pengembangan. Namun yang menjadi ciri khas dari LDK ialah adanya ketua keputrian, karena di Lembaga Dakwah Kampus perlu adanya syariat dalam bersosialisasi khususnya antara ikhwan dan akhwat, namun tetap tidak menjunjung adanya diskriminasi gender dan tetap sama-sama mencapai tujuan yang sama.

Majelis Pemusywaratan Organisasi (MPO) merupakan lembaga tertinggi dalam struktur organisasi. Tugasnya dalam mengawasi, memberi pertimbangan dan menindaklanjuti tidak lain sebagai wewenang untuk mengkroscek kinerja dari Badan Pengawas Harian(BPH). Namun MPO dalam hal ini tidak bisa ikut campur dalam hal kegiatan yang akan dilakukan oleh BPH.

LDK mempunyai suatu organisasi yang mewadahi semua LDK se-nasional. Ialah Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus(FSLDK) yang berfungsi sebagai sarana bagi terciptanya gerak dakwah yang teratur, terpadu, dan kompak menuju ummatam wahidah. Sementara itu LDK Foskomi tercakup ke dalam wilayah di bagian Jadebek dan LDK Foskomi berkesempatan untuk ikut andil dalam perjuangan dakwah sampai ke pelosok pelosok nusantara.

 

Created by Hendri Wicaksono

Uncategorized

Hubungi Kami

Kampus:

Politeknik STMI Jakarta Kementerian Perindustrian R.I

Jl. Cempaka Putih Tengah VI No.6, RT.10/RW.5, Cemp. Putih Tim., Cemp. Putih, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10510

stmi.ac.id


Follow Us:

Facebook: Ldk Foskomi

Twitter: @ldkfoskomistmi

Gmail: ldkfoskomistmi@gmail.com

Instagram: ldkfoskomi

Youtube: www.youtube.com/channel/UCFTeG9eIZhdlb5F-DoC7piQ

 

Kepengurusan

Periode 2012-2013

aHUMAS DAN DANA USAHA

1. Tugas pokok :

Berupaya melakukan usaha dalam rangka menambah keuangan LDK.

2. Tugas-tugas :

  1. Melaksanakan program kerja yang telah ditetapkan.
  2. Melakukan usaha dalam rangka penambahan keuangan LDK.
  3. Membantu bendahara dalam penarikan-penarikan iuran wajib pengurus dan anggota.

3. Tanggung Jawab:

Bertanggung jawab terhadap Ketua Umum dan bendahara.

KADERISASI

1. Tugas pokok :

Menjalankan fungsi kaderisasi serta pembentukan/pembinaan ADK.

2. Tugas – tugas :

  1. Mengatur alur kaderisasi dari perekrutan sampai dengan pemberdayaan anggota.
  2. Membuat program pembinaan kader dakwah.
  3. Membuat program database anggota, pengurus dan alumni.
  4. Membuat database pembinaan (tarbiyah) anggota dan pengurus.
  5. Menjalankan fungsi penelitian dan pengembangan program kegiatan.
  6. Wewenang :
  7. Membuat kebijakan yang berhubungan dengan pengkaderan.
  8. Dapat berkoordinasi dengan Majelis Syura, Dewan Pembina dan Alumni dalam menjalankan tugasnya.

3. Tanggung jawab:

Bertanggung jawab kepada Ketua Umum atas jalannya program pembinaan, pengkaderan ADK serta tugas lainnya.

BIDANG DA’WAH

1. Tugas pokok :

Menjalankan dan mengawasi roda da’wah, memberikan pengetahuan dan pendidikan kepada pengurus dan anggota LDK foskomi serta masyarakat kampus untuk meningkatkan intelektualitas dan keahlian.

2. Tugas – tugas :

  1. Melaksanakan program kerja yang telah ditetapkan.
  2. Mengkoordinasikan da’wah kampus di lingkungan STMI khususnya.
  3. Menjadikan kampus sebagai pusat kegiatan da’wah.
  4. Membuat jenis kegiatan yang mengarah kepada pendidikan rohani dan jasmani.
  5. Membuat program kegiatan yang bersifat rutin.

3. Tanggung jawab:

Bertanggungjawab kepada Ketua Umum terhadap seluruh kegiatan yang dilaksanakan.

BIRO MEDIA

1. Tugas Pokok :

Mensosialisasikan kegiatan keislaman baik internal maupun eksternal serta menghidupkan fungsi mading sebagai jendela informasi keislaman.

2. Tugas – tugas :

  1. Menyampaikan informasi – informasi kegiatan.
  2. Mengatur pengisian dan penggantian mading.
  3. Memanfaatkan, memelihara, dan meningkatkan sarana mading.
  4. Menyeleksi setiap isi mading yang akan di pasang.
  5. Tanggung Jawab :

3. Tanggung jawab:

Bertanggungjawab kepada Sekretaris Jenderal terhadap penyampaian informasi dan aktivitas mading.

BIRO RUMAH TANGGA & KESEKRETARIATAN

  • BIRO RUMAH TANGGA
  1. Tugas Pokok :

Menjaga kebersihan, kerapihan ruang sekretariat dan masjid, inventaris kelengkapan sarana dan prasarana ruang sekretariat dan masjid (berkoordinasi dengan DKM).

2. Tugas – tugas :

  1. Mengatur ketertiban dan mengawasi peralatan yang tersedia di sekretariat dan masjid.
  2. Mengatur dan mengawasi jadwal kebersihan sekretariat dan masjid.
  3. Berusaha meningkatkan minat baca mahasiswa melalui buku – buku keislaman.
  4. Ikut serta dalam syuro’ DKM.

3. Tanggung jawab:

Bertanggungjawab kepada Sekjen terhadap sarana dan prasarana LDK.

 

  • BIRO KESEKRETARIATAN

1. Tugas pokok:

Membantu Ketua Umum dalam melaksanakan kegiatan kearsipan administrasi anggota.

2. Tugas-tugas:

  1. Bertanggungjawab terhadap seluruh lalu lintas dan distribusi surat – menyurat.
  2. Membantu Ketua Umum dalam menyusun LPJ per semester.
  3. Melaksanakan pengarsipan surat – menyurat dan dokumentasi.
  4. Menyediakan ATK dan materi ketatausahaan lainnya.
  5. Menyimpan, mengelola, dan merawat arsip – arsip dengan baik dan rapi.

3. Tanggung jawab:

Melakukan pengawasan penggunaan inventaris administrasi.