Uncategorized

“MENJAGA KEMULIAAN KEDUA ORANG TUA”

Dari Abdullah bin Amru bin Ash R.a , ia berkata. Rasulullah S.a.w bersabda:

Sesungguhnya yang paling besar dari dosa-dosa besar adalah seseorang yang mencela kedua orang tuanya. Dikatakan, ‘Ya Rasulullah, bagaimanakah seseorang mencela kedua orang tuanya.’ Beliau bersabda, ‘ seseorang mencela bapak orang lain, lalu orang lain itu mencela bapaknya, dan seseorang mencela ibu orang lain lalu orang lain itu mencela ibunya’.”

Di antara kewajiban seorang muslim dalam akhlaknya ialah berterimah kasih dan membalas kebaikan dengan yang semisalnya atau dengan yang lebih baik. Tauhak anda? Siapakah orang yang lebih utama dibalas kebaikannya dan lebih berhak atas ucapan terima kasih? Bukankah mereka kedua orang tua yang telah merawat anda semasa kecil dan menghabiskan masa jaya untuk menjadikan anda seorang pemuda yang menyejukkan mata.!

Allah SWT telah memerintahkan Birrul Walidain (berbakti kepada kedua orang tua) di dalam kitab-Nya yang mulia. Agar hal itu bisa menjadi jalan untuk berterima kasih kepada mereka, memperbaiki ibadah, mengakui keutamaan kedua orang tua, dan memperkokoh ikatan kecintaan didalam sebuah keluarga.

Sebab itu Allah SWT memerintahkan untuk berbakti kepada keduanya setelah perintah untuk beribadah kepada-Nya:

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang ibu- bapak..” (An-Nisa’: 36)

Cara berbakti kepada orang tua

  1. Menaati keduanya dalam setiap perintah yang tidak bermaksiat. Adapun jika keduanya memerintah suatu kemaksiatan, maka tidak ada ketaatan bagi mahkluk dalam rangka bermaksiat kepada Al-Khaliq.
  2. Sering-sering mengunjunginya, mencintainya, dan memberikan bantuan materi. Selain itu, memberikan hadiahdan infaq kepada keduanya, meskipun mereka dalam keadaan lapang dan kaya. Adapun jika mereka dalam keadaan membutuhkan atau fakir, tentu hal itu lebih harus lagi.
  3. Mendoakan dengan kebaikan serta terus-menerus mendoakannya pada saat hidupnya maupun sesudah meninggalnya. Allah SWT berfirman:

            “…Ucapkanlah, ‘Wahai Rabb-ku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil,” (Al- Isra’: 24)

Menyambung persaudaraan kepada siapa yang mereka cintai, baik secara materi maupun maknawi. Diriwayatkan dari Nabi S.a.w bahwasannya beliau s.a.w bersabda:

            “Sesungguhnya sebaik-baik perbuatan berbakti kepda orang tua adalah seorang anak yang menyambung persaudaraan dengan keluarga yang dicintai bapaknya.”

LARANGAN MENDURHAKAI ORANG TUA

Jika berbakti dan berlaku baik maerupakan suatu tuntutanyang hal itu sebagai wujud terima kasih atas pemeliharaan yang mereka berdua lakukan, lalu bagaimana keadaannya orang yang mengganti rasa terima kasih dengan kekufuran, rasa bakti dengan kedurhakaan, baik dengan kejelekan, dan ketaatan dengan kemaksiatan? Sungguh, ia adalah anak durhaka yang membangkang perintah Rabb-nya. Sebab itu, ia berhak mendapatkan azab dan kehinaan dihari kiamat.

Diantara bentuk Durhaka:

  1. Tidak menghormati dan menghargai serta merasa lebih tinggi atas keduanya. Allah SWT berfirman:

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah, “Wahai Rabb-ku, kasihilah mmereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil,” (Al-Isra’: 24)

  1. Menzalimi keduanya, benci melihatnya, dan menggerutu (berkata”cih”) dari pembicaraan keduanya.

            “ …Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepda mereka ucapan yang mulia,” (Al-Isra’: 23)

  1. Menyakiti dengan perkataan maupun perbuatan, serta bermaksud menghina, melaknat, dan mengata-ngaatai keduanya.

Pelajaran dan Wasiat

  1. Berbakti kepada kedua orang tua ialah termasuk amalan yang dicicntai Allah SWT dan bisa mamasukkan pelakunya ke dalam surga. Sebaliknya, mendurhakai kedua orang tua termasuk amalan yang dibenci Allah SWT dan merupakan penyebab masuknya ke neraka.
  2. Kedua orang tua mempunyai kedudukan yang mulia di dalam islam.
  3. Berbakti kepada kedua orang tua tidak terbatas pada saat keduanya masih hidup, tetapi berlanjut setelah mereka sudah meninggal.
  4. Ketaatan terhadap hal yang makruf, sehingga tidak ada ketaatan terhadap makhluk dalam rangka bermaksiat kepada Al-Khaliq (Allah SWT)

Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang memiliki muka putih berseri pada hari yang diwaktu itu ada muka hitam muram.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s